Tips Berkomunikasi untuk Pasutri

tips-berkomunikasi-pasutriDi tengah kesibukan kerja seringkali pasutri (pasangan suami istri) tidak lagi punya waktu yang baik untuk saling berkomunikasi. Hal ini disebabkan karena masing-masing, baik suami maupun istri, bekerja di luar. Pulang kerja dalam kondisi sudah kecapekan, sedangkan alasan kerja adalah untuk mencari nafkah atau agar hidup lebih sejahtera. Sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari ada suami dan istri bertengkar gara-gara masalah kecil atau sepele. Tetapi kalau ditelusuri lebih mendalam, yang menjadi permasalahan adalah tidak adanya komunikasi yang terbuk antara suami dan istri khususnya bila menyinggung keuangan keluarga. Berikut ini delapan tips bagaimana berkomunikasi tentang keuangan bagi pasutri (pasangan suami istri).

  • Tentukan waktu dan tempat yang tepat

Carila waktu dan tempat yang tepat untuk membicarakan kondisi keuangan Anda dan keluarga. Bicarakan dalam situasi yang relaks dan santai dengan kepala dingin. Beberapa keluarga bahkan membicarakan keuangan keluarga saat berlibur, dengan alasan di waktu liburan pikiran lebih tenang, rileks dan tidak ada gangguan kerja. Ada juga saat yang memanfaatkan masa cuti. Sebisa mungkin jangan membicarakan masalah keuangan saat sibuk dalam pekerjaan.

  • Menghargai pandagan pasangan Anda

Jangan pernah beranggapan bahwa apa yang Anda lakukan adalah yang paling baik dan paling benar. Dengarkan apa yang dikatakan pasangan Anda dan pertimbangkan secara masak. Mungkin saja pandangan Anda berdua bertolak belakang. Hormati pandangan masing-masing walaupun Anda sebenarnya tidak setuju dengan perilaku atau kebiasaan tersebut.

  • Pembagian kerja

Pembagian kerja sangatlah dibutuhkan dalam hal mengatur keuangan. Contohnya, siapa yang membayar semua kebutuhan sehari-hari (rutin) rumah tangga, siapa yang membayar kebutuhan tak terduga. Misalnya jika Anda sebagai istri yang diserahi tugas membayar, maka dalam hal ini suami harus memberikan dana yang cukup setiap bulannya untuk memenuhi semua kebutuhan keuangan keluarga.

Bila Anda memutuskan untuk mendelegasikan satu orang untuk membayar semua tagihan bulanan keluarga, maka hal penting yang harus diperhatikan adalah kejujuran. Anda berdua haruslah terbuka satu dengan yang lain berkenaan dengan permasalahan uang.

  • Jangan menyalahkan

Jangan pernah menyalahkan pasangan Anda. Misalkan pasangan Anda terlilit utang, maka lebih baik jika Anda fokus untuk menyelesaikan masalah tersebut bersama dengan pasangan Anda, daripada marah-marah. Mengambil tindakan secara bersama ini juga bermanfaat untuk mengingatkan Anda bahwa Anda dalam keluarga ini adalah satu.

  • Mulailah dengan kebiasaan masing-masing

tips-berkomunikasi-suami-istriMulailah dengan menceritakan kebiasaan Anda dalam berprilaku berkaitan dengan uang. Kita tahu bahwa setiap individu memiliki prilaku yang berbeda karena dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang berbeda. Teruskan dengan perilaku dan kebiasaan pasangan Anda. Ada pasutri yang datang dari latar belakang berbeda: si suami dari keluarga berada sedangkan si istri dari keluarga yang kurang mampu. Karena itu masing-masing perlu mengutarakan latar belakang kemudian mencari titik temu.

  • Tentukan tujuan

Mulailah dengan menentukan tujuan keuangan yang menjadi prioritas bagi Anda berdua. Perhitungkan kebutuhan dana untuk mencapai tujuan tersebut. Mulailah menabung secara teratur untuk mencapai tujuan keuangan yang diinginkan Anda dan pasangan Anda.

  • Harus ada kata sepakat

Kesepakatan dalam hal pengeluaran menjadi sangat vital. Anda berdua harus mencapai kata sepakat dalam merencanakan pengeluaran. Hal ini biasanya berkaitan dengan pengeluaran yang tidak tetap, misalkan: apakah perlu mengganti mobil lama dengan yang baru setelah beberapa tahun? Atau apa yang Anda berdua pikirkan berkenaan dengan liburan? Sebagai kesimpulan, Anda harus membicarakan dan bersepakat dalam kebutuhan yang harus dipenuhi, apa yang menjadi keinginan bersama, dan apa yang dapat Anda penuhi.

  • Bertanya kepada pihak ketiga yang berpengalaman

konsultasi-kepada-pihak-ketigaCari bantuan atau konsultasikan ke perencana keuangan. Anda sesekali perlu berkonsultasi dengan orang ketiga yang tentunya memiliki ilmu dan pengalaman serta profesionalitas dalam bidang keuangan keluarga.

Bila di awal Anda tidak berhasil, cobalah terus. Mencari kesepakatan dalam hal keuangan memang tidaklah mudah. Jangan putus asa dan teruslah berdiskusi. Ikuti moto ini : “Berhentilah bertengkar dan terus berdiskusi“.